Narasi “Maluku Merdeka” di Media Sosial Disorot, Pemerintah Diminta Perkuat Kesejahteraan

oleh -33 views
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, mengatakan pemerintah perlu melihat fenomena tersebut secara proporsional dengan membedakan antara ekspresi individu, kritik sosial, provokasi digital, dan narasi yang memang terhubung dengan jaringan terkoordinasi.

Perubahan utama yang terjadi saat ini adalah pola penyebaran pesan. Platform digital memungkinkan sebuah narasi beredar jauh lebih cepat, luas, dan melampaui batas geografis.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Maluku dalam berbagai agenda pembangunan terus mendorong penguatan sektor maritim, pertanian, ekonomi kreatif, serta pemerataan pembangunan antarpulau melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Amir menegaskan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan keamanan.

“Intelijen harus mampu membaca perubahan pola ancaman sejak dini. Namun pada saat yang sama, negara harus hadir melalui pembangunan yang berkeadilan. Ketahanan nasional tidak hanya dibangun oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan rasa keadilan yang dirasakan seluruh warga negara,” pungkasnya.

(Kayla)

Baca Juga  Arsenal Pesta Gol 4-1 di Markas Girona, Tzolis dan Dowman Bersinar

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com