Selain itu, perhatian juga diberikan pada perlindungan kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang berpotensi mengalami diskriminasi.
Arah Pembangunan Inklusif
Dalam lima tahun ke depan, Pemkot Ambon menargetkan pembangunan yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
“Pembangunan Kota Ambon diarahkan untuk mewujudkan Ambon yang manise, inklusif, toleran dan berkelanjutan, sehingga seluruh program dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memenuhi prinsip-prinsip HAM,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar dari 17 program prioritas pembangunan Kota Ambon telah dirancang untuk mendukung pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Wattimena menegaskan, hasil penilaian dan rekomendasi dari Komnas HAM RI akan menjadi bahan penting untuk perbaikan ke depan.
“Setiap penilaian bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi upaya memperbaiki hal-hal yang masih kurang. Komitmen untuk terus memperbaiki diri akan selalu menjadi bagian dari Pemkot Ambon,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Ambon berharap memperoleh masukan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memastikan pembangunan daerah semakin berpihak pada masyarakat, khususnya kelompok yang tertinggal dan rentan.









