Ekonom daerah menyebut, jika tidak segera diimbangi dengan diversifikasi sektor produktif dan kebijakan inklusif, pertumbuhan tinggi Maluku Utara bisa menjadi “anomali” yang hanya dinikmati segelintir kalangan industri besar. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









