Wagub: “Kilauan Nikel Belum Jadi Kilauan di Masyarakat”
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi provinsinya belum berdampak ideal bagi warga.
“Masih banyak warga di Maluku Utara yang harus menunda makan, artinya pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berimbas ke masyarakat,” ujar Sarbin saat membuka acara Road to Go Publik kerja sama APINDO Maluku Utara dan Bursa Efek Indonesia Wilayah Maluku-Maluku Utara, di Ternate, Rabu kemarin.
Sarbin menegaskan bahwa ketergantungan terhadap sektor tambang tidak bisa berlangsung selamanya. Ia menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian dan kelautan, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan.
“Tambang pasti akan habis, kita harus hidupkan sektor pertanian dan kelautan. Sebab kilauan emas dan nikel tidak serta diikuti dengan kilauan di masyarakat kita. Masih banyak jalan dan jembatan yang rusak,” tegasnya.
Tantangan Pemerataan dan Kemandirian Ekonomi
Pernyataan Sarbin mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Maluku Utara dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi makro dan pemerataan kesejahteraan.
Meski sektor tambang dan industri pengolahan berhasil mendongkrak angka pertumbuhan secara nasional, pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi rakyat dinilai masih tertinggal.









