Ribuan warga Gaza hadir dalam pemakamannya, sementara linimasa media sosial dipenuhi ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir.
Hashtag #RIPSalehAlJafarawi dan #VoiceOfGaza menjadi trending global selama beberapa hari. Banyak tokoh internasional, jurnalis, dan aktivis yang menyoroti betapa berbahayanya menjadi wartawan di wilayah yang dikepung perang dan konflik internal.
Dalam waktu singkat, Saleh berubah dari seorang pelapor berita menjadi berita itu sendiri — simbol bisu tentang bagaimana suara kebenaran dapat dibungkam oleh peluru.
Reaksi Dunia dan Warisan yang Ditinggalkan
Kematian Saleh memunculkan perdebatan luas di tingkat internasional. Pihak pendukung Palestina menyebutnya sebagai “syahid informasi” — seseorang yang gugur demi menyampaikan kebenaran.
Sementara pihak lain menilai tragedi itu menunjukkan kompleksitas internal di Gaza yang sering tertutup oleh narasi perang eksternal. Namun di luar kontroversi politik, pengaruh Saleh terhadap kesadaran publik global tidak dapat disangkal.
Warisan digital yang ia tinggalkan — ribuan video, unggahan, dan dokumentasi visual — kini menjadi arsip penting yang merekam kehidupan rakyat Palestina selama masa paling gelap dalam sejarah Gaza. Banyak aktivis media menggunakan arsip tersebut sebagai bahan kampanye kemanusiaan dan pendidikan publik.









