Akun Instagram Saleh bahkan sempat mencapai jutaan pengikut sebelum akhirnya beberapa kali dihapus karena laporan dan pembatasan konten perang. Namun setiap kali akun barunya muncul, pengikutnya selalu cepat bertambah kembali, menunjukkan seberapa besar pengaruh dan kepercayaan publik terhadapnya.
Ia menjadi suara bagi mereka yang tidak bisa berbicara — anak yatim, korban sipil, dan pengungsi yang hidup di bawah ancaman serangan harian Israel. Karena perannya inilah Saleh sering disebut sebagai “mata dan telinga Gaza”.
Konten Viral dan Pengaruh Sosial
Salah satu video yang membuat nama Saleh mendunia adalah kisah Hadiya Nassar, seorang nenek Palestina berusia 80 tahun yang ia temui pada tahun 2024.
Dalam video tersebut, Saleh menunjukkan kartu identitas nenek itu dan berkata Hadiya lebih tua dari negara Israel, yang berdiri pada tahun 1948.
Video itu viral di seluruh dunia dan menjadi simbol panjangnya penderitaan rakyat Palestina. Beberapa bulan kemudian, ketika sang nenek tewas ditembak sniper Israel, Saleh mengumumkan kabar duka itu dengan penuh emosi, dan unggahannya diikuti jutaan kali di berbagai platform.
Selain kisah tersebut, banyak liputan Saleh yang menunjukkan keberanian luar biasa. Ia kerap melaporkan langsung dari lokasi pengeboman, bahkan di tengah reruntuhan gedung yang masih mengeluarkan asap.









