Ia bukan tentara, bukan politisi, tetapi seorang pemuda yang memegang kamera dan tekad untuk mengatakan kebenaran.
Dalam setiap videonya, ia menantang dunia untuk melihat Gaza bukan sekadar medan perang, tetapi sebagai rumah bagi manusia yang memiliki martabat.
Kini, meski ia telah tiada, pesan Saleh tetap hidup melalui setiap rekaman dan cerita yang ia tinggalkan. Kematian fisiknya tidak mampu membungkam pesan moral yang ia tanam: bahwa kemanusiaan tidak boleh kalah oleh peluru, dan bahwa setiap suara — sekecil apa pun — berhak untuk didengar.
Dengan demikian, Saleh al-Jafarawi akan dikenang bukan hanya sebagai influencer Palestina, tetapi sebagai simbol perlawanan damai melalui kebenaran dan keberanian di tengah kegelapan perang.
Sumber: sindonews









