Langgur, Porostimur.com – Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan Danramil Elat, Lettu Infanteri Nirwan Boiratan, terhadap seorang tokoh pemuda Ohoi (Desa) Mataholat di Kecamatan Kei Besar Selatan, Maluku Tenggara, berbuntut panjang.
Tokoh pemuda tersebut, Jheper Ingratubun, dalam sebuah video berdurasi 3 menit 38 detik yang viral di media sosial, mengaku menjadi korban pemukulan dan cacian oleh Danramil saat dirinya memenuhi panggilan di lokasi perusahaan pada Sabtu malam, 5 Juli 2025.
“Ada dua anggota datang ke Ohoi bilang diperintah Danramil, minta saya dan Sekretaris Ohoi, Ruslan Ingratubun, datang ke perusahaan. Katanya hanya mau bicara sebentar,” kata Jheper dalam pengakuannya.
Namun setibanya di lokasi, ia mengaku langsung mendapat kekerasan fisik dari Danramil. “Baru satu menit beliau datang, langsung duduk dan pukul mulut saya. Darah keluar. Lalu beliau pukul lagi kepala belakang, pipi, jidat sambil maki-maki kami,” ungkapnya.
Menyokapi dugaan peristiwa kekerasan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, mendesak Pangdam XVI/Pattimura untuk segera mencopot Danramil Elat, Kabupaten Maluku Tenggara, Lettu Infanteri Nirwan Boiratan.
Desakan ini menyusul insiden dugaan pemukulan terhadap seorang tokoh pemuda di Desa Mataholat, Kecamatan Kei Besar Selatan.









