Reza Mony: Tradisi Pukul Sapu Harus Terus Dijaga sebagai Warisan Budaya Maluku

oleh -182 views
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Reza Mony, yang menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku.

Porostimur.com, Ambon – Tradisi adat Pukul Sapu kembali digelar di Negeri Morella, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026). Ritual yang sarat nilai sejarah dan budaya ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Maluku, Reza Mony, yang menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku.

Menurut Mony, Pukul Sapu bukan sekadar atraksi budaya, tetapi merupakan warisan leluhur yang memiliki akar sejarah kuat sejak masa perlawanan rakyat Maluku terhadap penjajahan.

“Kami sebagai generasi muda berkomitmen untuk terus menjaga tradisi ini, dan berharap dapat terus dilestarikan,” ujar Mony di Ambon, Minggu (29/3/2026).

Warisan Sejarah dan Semangat Perlawanan

Tradisi ini berkaitan erat dengan kisah perjuangan masyarakat Negeri Morella dan Mamala di masa lampau. Dalam sejarahnya, kedua negeri ini dikenal memiliki semangat persatuan dan keberanian dalam menghadapi kolonial Belanda.

Ritual Pukul Sapu menjadi simbol dari nilai-nilai tersebut, yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Pelaksanaannya pun tidak lepas dari konteks sejarah perjuangan yang membentuk jati diri masyarakat setempat.

Baca Juga  Pengamanan Groundbreaking Blok Masela Dimatangkan, Kapolda: Tak Ada Ruang untuk Kesalahan

Biasanya, tradisi ini digelar setiap tahun, khususnya pada momen setelah Hari Raya Idul Fitri. Para pria dari kedua negeri akan saling memukul menggunakan sapu lidi sebagai simbol keberanian, ketahanan, dan solidaritas.

No More Posts Available.

No more pages to load.