Ritual Takhayul Italia Terjadi Lagi Jelang Final Euro 2020 Kontra Inggris

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Roma: Gianluca Vialli terlihat ditinggalkan oleh bus Timnas Italia, tetapi itu adalah ritual yang telah dilakukan sepanjang Euro 2020. Ya, ada takhayul bahwa itulah yang akan membawa Azzurri meraih kemenangan, termasuk saat menghadapi Timnas Inggris pada final di Stadion Wembley.

Timnas Inggris akan ‘menjamu’ Italia pada final Euro 2020 di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIT. Kedua tim sama-sama belum tersentuh kekalahan sejak fase grup.

Pasukan Roberto Mancini meninggalkan tempat latihan di Coverciano untuk terakhir kalinya pagi ini, dan tiba di Inggris melalui Bandara Luton.

Rekaman menjadi viral dari bus tim Italia ‘melupakan’ Vialli dan pergi sebelum menyadari kesalahan dan kembali untuk menjemputnya, atau setidaknya seperti itulah kelihatannya.

Faktanya, ini adalah ritual takhayul yang dimulai menjelang pertandingan pembukaan Euro 2020, dimana Italia meraih kemenangan 3-0 atas Turki.

Baca Juga  Natalius Pigai: Jangan Ngawur, Tolak Vaksin Covid-19 Tak Bisa Dipidana!

Sejak itu, Vialli bersikeras bahwa mereka mengulangi pola itu setiap kali bus meninggalkan kamp latihan, ​​dengan pengemudi menutup pintu dan mengemudi beberapa meter sebelum berhenti untuk menjemput sang legenda.

Dapat Dukungan dari Skotlandia

Sebuah surat kabar Skotlandia menggambarkan Roberto Mancini sebagai William Wallace dari cerita Braveheart berjuang melawan Inggris, menunjukkan Italia mendapat dukungan dari negara-negara lain.

“Itu membuat saya tersenyum, begitu banyak sketsa yang kami lihat selama beberapa hari terakhir. Semua orang tahu persaingan antara Inggris dan Skotlandia, jadi itu membuat kami tersenyum, tapi tidak lebih,” tawa kapten Timnas Italia, Giorgio Chiellini.

Baca Juga  Model Seksi ini Siap 'Servis' Pemain Italia Jika Juarai Euro 2020
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini, jadi headline koran The National dari Skotlandia jelang final Euro 2020. (dok. Tangkapan Layar/The National)

“Anda tidak akan melangkah jauh di Final melawan Inggris di Wembley tanpa memiliki hati yang berapi-api atau kepala yang dingin, jadi kami akan membutuhkan keduanya. Kami harus agresif, tajam, berani, dan situasi terkendali,” katanya lagi.

(red/bola.com/skysports)

No More Posts Available.

No more pages to load.