Rudi Fofid dan Empat Puisi Rohingya

oleh -318 views

Kami tutup mulut, kami salah
Kami angkat suara, kami salah
Kami tinggal di kampung, kami kalah
Kami tinggalkan kampung, kami jahat

Kami takut tidur dalam nyenyak
Sebab nyenyak terbitkan mimpi
Kalau bermimpi, kami jatuh lagi
Di kesalahan terdalam dan gelap bernama pengharapan

Kami takut datang rasa rindu
Sebab rindu kami cuma badan tanah
Tetapi tak ada butir tanah rindukan kami
Begitulah kami, satu bangsa haramjadah

Kami duduk secara liar di atas tanah
Sekalipun tanah tidak cinta kami
Tapi semoga kiamat tiba hari ini
Kami merayakan dengan penuh kebebasan

Datanglah, hakim pengadilan kiamat
Ketuk palu: Sepetak neraka untuk Rohingya!
Maka kami tinggalkan Bumi tanpa sidik jari
Menuju kobaran api cinta, neraka merdeka

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Harga Bumbu Dapur di Pasar Kota Maba Melambung Tinggi

Ambon, 8 Desember 2023

=========

PELAYARAN PALING SASTRAWI

Tidak ada pelarian lebih sastrawi selain perjalanan Rohingya
Tidak ada perjalanan lebih sastrawi selain pelarian Rohingya

Bayangkan satu langkah beranak seribu puisi
Tentang keindahan luka nanah dan kemarau air mata
Tentang kepedihan cinta, solidaritas dan banjir tenggang rasa

Matahari sudah tutup mata
Bulan sudah tidur
Kami di punggung ombak tak dikenal
Kami salah baca peta dan cuaca
Tak ada gelombang cinta menjilat kapal kami

Semua jarak ternyata ada batas
Semua laut ternyata ada ujung
Semua cinta ternyata ada syarat
Hanya langit megah dengan keluasan sayapnya
tanpa ujung, tanpa syarat, tanpa ayat

No More Posts Available.

No more pages to load.