Sejarah Asal-usul Penamaan Morotai

oleh -1,952 views

Masing-masing kampung berpenduduk antara 700-800 orang dengan jumlah total penduduknya sekitar 20.000 orang. Pemukiman Moro ditemukan dari tanjung Bisoa di Utara sampai Cawa di Selatan, dekat kota Tobelo saat ini. Pulau Morotai dan Pulau Rau (Rao) yang lebih kecil dihuni secara ekslusif oleh orang Moro. Pada 1588, ada sekitar 29 pemukiman di sana. Jumlah yang sama dilaporkan juga pada tahun 1608.

Pemukiman orang Tobelo, Galela, dan Tobaru terpisah jauh di pedalaman dari tempat pemukiman Moro di pesisir. Riset tersebut menyebutkan juga bahwa pada 1536, pemukiman Tobelo, Galela, dan Tobaru tidak termasuk dalam empat pemukiman utama, yaitu Tolo, Sugala, Mamuya di Morotia, dan Cawo di Morotai yang merupakan wilayah orang Moro. Sampai pada 1588, pemukiman Tobelo, Galela, dan Tobaru juga tidak dimasukkan dalam pembagian delapan distrik, yaitu; Sugala, Sakita, Mamuya, Tolo, Cawa, Sopi, Mira, dan Cawo. Sangaji yang di tunjuk untuk masing-masing distrik Moro ini tidak memiliki otoritas terhadap Tobelo, Galela, maupun Tobaru.

Baca Juga  BMH Maluku Salurkan Logistik untuk Santri Tahfiz di Pelosok Kepulauan Aru

Riset Platenkamp secara umum, meskipun bersumber dari laporan-laporan Portugis di Ternate pada abad ke-16, namun terlihat sangat minim analisis mengenai variabel-variabel menurunnya populasi orang-orang Moro di Morotai dan Morotia. Meskipun begitu, informasi tersebut cukup berharga, setidaknya dapat diketahui terkait keberadaan mereka di Utara Halmahera dan sekitarnya pada 1588. Setelah tahun tersebut, populasi orang Moro menurun secara drastis. Dalam hubungan ini setidaknya terdapat dua variabel terkait penurunan populasi orang Moro di wilayah Morotia dan Morotai.

No More Posts Available.

No more pages to load.