SETARA Institute Rilis Skor Audit HAM 5 Raksasa Nikel di Maluku Utara

oleh -90 Dilihat
Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan, mengatakan audit tersebut bukan semata-mata untuk mencari kekurangan perusahaan, melainkan memetakan capaian sekaligus memberikan arah perbaikan bagi industri nikel nasional.

Penilaian dilakukan menggunakan metodologi komposit yang menggabungkan aspek normatif dalam kebijakan perusahaan dengan evaluasi terhadap penerapannya di lapangan.

Dengan kata lain, dokumen dan kebijakan korporasi tidak menjadi satu-satunya ukuran. Bagaimana kebijakan tersebut benar-benar bekerja di tingkat operasional menjadi bagian penting dari penilaian.

Ekspansi Nikel Harus Diikuti Penguatan Pengawasan

Di tengah ekspansi industri nikel yang semakin masif, SETARA Institute menilai penguatan tata kelola tidak boleh berhenti pada penyusunan kebijakan perusahaan.

Pertumbuhan operasi harus diikuti pemantauan dampak sosial dan lingkungan yang dilakukan secara berkala dan terukur.

Audit merekomendasikan sejumlah agenda prioritas, termasuk memperkuat transparansi data operasional di tingkat lokasi (site-specific), meningkatkan koordinasi antara penyewa (tenant) dan kontraktor dalam kawasan industri terpadu, serta memastikan adanya pemulihan dampak yang terukur bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Antrean BBM Mengular di Ambon, GMKI Pertanyakan Klaim Stok Aman: “Aman di Mana?”

SETARA Institute juga menyusun peta jalan perbaikan tata kelola secara bertahap.

Untuk fase 0–6 bulan, misalnya, perusahaan dan pemangku kepentingan didorong membuka serta merekonsiliasi register pengaduan publik, melakukan verifikasi independen terhadap isu-isu krusial, menyinkronkan data dengan pemerintah daerah, dan menetapkan langkah perlindungan awal.

No More Posts Available.

No more pages to load.