Sirkus Uang

oleh -3 Dilihat

Para pemilik perkebunan itu dikenakan denda. Selain denda, kebun-kebun mereka dirampas oleh negara, diberikan kepada PT Agrinas Palma. Perusahan ini baru. Isinya banyak sekali jendral-jendral pensiunan.

Bagaimanakah jutaan hektar perkebunan sawit dikelola oleh pensiunan perwira tinggi militer? Apakah mereka punya pengalaman mengelola kebun sawit?

Seperti yang Anda ketahui, perkebunan adalah ya perkebunan. Ia punya manajemen. Ia punya buruh. Tanaman harus diberi pupuk, dipangkas, irigasinya harus baik. Semua ini butuh sistem dan skills untuk mengelolanya.

Dan, tentu para mantan tentara ini tidak punya pengalaman spesifik. Lalu apa yang dilakukan? Saya dengar, para pemilik lama tetap mengelola perkebunan itu. Bedanya, sekarang mereka menjadi “plasma.” Dengan sistem ini, mereka membagi hasil dengan PT Agrinas Palma.

Ini adalah sistem baru: ikut panen, tanpa ikut nanem dan memelihara. Dalam ilmu ekonomi ini namanya: rente. Sesederhana itu.

Baca Juga  HUT ke-81 RI, Bupati James Uang Tekankan Pembangunan Halbar dan Waspadai Potensi Konflik

Itulah sebabnya, tidak banyak terdengar protes dari pemilik perkebunan sawit. Mereka tunduk saja. Didenda, ya dibayar. Diminta bagi hasil, ya dibagi. Keuntungan mereka menipis. Ya tidak apa-pada. Sawit masih merupakan bisnis yang menguntungkan. Apalagi ditengah krisis BBM sekarang ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.