Porostimur.com, Piru – Kelangkaan minyak tanah (mitan) di Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali menjadi sorotan. Antrean panjang warga untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut dinilai menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola distribusi.
Anggota DPRD SBB dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Petronela Jetkel Monica Istia, S.Pt., meminta Pemerintah Kabupaten SBB dan instansi terkait segera membuka secara transparan rantai distribusi minyak tanah, mulai dari pasokan, agen hingga penyaluran kepada masyarakat.
Istia bahkan mengungkapkan adanya dugaan monopoli pasokan minyak tanah di Kota Piru yang menurut keterangannya melibatkan Mario Tuasuun, yang disebut sebagai anak Sekretaris Daerah Kabupaten SBB.
“Kelangkaan minyak tanah ini terjadi karena adanya monopoli pasokan. Mario Tuasuun, anak Sekda SBB, yang memonopoli pasokan minyak tanah di Kota Piru,” ungkap Istia saat ditemui di Piru, Kamis (20/8/2026).
Namun, tudingan tersebut masih merupakan pernyataan Istia dan belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Mario Tuasuun maupun pihak lain yang disebut terkait distribusi minyak tanah perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.
Warga Harus Antre Berjam-jam
Istia mengatakan kelangkaan minyak tanah tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Sebab, komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang masih menggunakan kompor minyak tanah.











