Tenggelam

oleh -1 Dilihat

Greenpeace memperkirakan Jakarta – pusat pemerintahan negara dan sentra ekonomi yang tak pernah tidur itu akan menghadapi ancaman ganda dari kenaikan permukaan laut. Saat ini hampir 17 persen dari total luas daratan Jakarta berada di bawah permukaan air laut. Dengan laju penurunan muka tanah yang berada pada level mengkhawatirkan dimana setiap tahun terjadi penurunan sekitar 7 – 12 cm, ancaman tenggelam kian nyata jika berkombinasi dengan siklus banjir besar sepuluh tahunan pada 2030. Kajian ini yang dipakai Presiden Joe Biden saat berpidato tentang perubahan iklim di kantor CIA akhir juli kemarin. Biden menyebut Jakarta akan tenggelam sepuluh tahun lagi.

Biden lupa jika ancaman “tenggelam” itu telah jadi sesuatu yang universal. Negara Karibati di pasifik mulai memindahkan penduduknya ke Selandia Baru karena puluhan pulau di negara itu telah “hilang”. Begitu pula negara Tuvalu dan beberapa kawasan pesisir di India. Dalam buku “The Water Will Come”, Jeff Goodell membahas tentang ancaman yang mengintai beberapa monumen, kebudayaan dan entitas peradaban yang akan berubah menjadi penghuni dasar laut. Yang “tenggelam” itu akan mengubur Kantor pusat Faceebook, Kennedy Space Center, markas AL Amerika di Norfolk Virginia, seluruh daratan negara Maladewa, sebagian besar Bangladesh, Pantai Miami dan sebagian Florida, Basilika San Marco di Venesia Italia hingga Gedung Putih di 1600 Pennysilvania Avenue.