Ternate, Sultan Jabir Syah dan Federalisme yang Pulang dari Masa Lalu

oleh -41 Dilihat

Dan mungkin, di sinilah makna terdalam dari federalisme yang kembali menjadi percakapan politik di Maluku Utara.

Ia adalah cermin.

Di dalamnya kita melihat bukan hanya wajah sebuah sistem ketatanegaraan, tetapi wajah daerah yang sedang bertanya tentang tempatnya di dalam republik.

Republik Harus Terasa Sampai ke Pulau-Pulau

Pada akhirnya, Indonesia tidak akan runtuh hanya karena orang Maluku Utara berbicara tentang federalisme.

Indonesia justru akan menjadi lebih kuat jika mampu menjawab mengapa gagasan itu muncul.

Sebab persatuan yang sehat bukan persatuan yang memaksa semua orang berhenti bertanya.

Persatuan yang sehat adalah persatuan yang sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit tanpa kehilangan akal sehat dan tanpa kehilangan rasa keindonesiaan.

Republik harus terasa sampai ke pulau-pulau.

Baca Juga  Kapal Cepat Dharma Indah Dikeluhkan Penumpang: AC Rusak, Mesin Tersendat hingga Antrean Tiket Mengular

Bukan hanya bendera merah putih yang berkibar di sana.

Bukan hanya aparat negara yang hadir.

Bukan hanya proyek-proyek pembangunan yang datang dengan papan nama pemerintah.

Tetapi juga keadilan.

Kewenangan.

Kesempatan.

Penghormatan terhadap sejarah dan kebudayaan.

Dan terutama, rasa bahwa kekuasaan negara bekerja bukan dari atas ke bawah semata, melainkan juga mendengar suara dari bawah.

Sebab Indonesia bukan hanya Jakarta.

Indonesia adalah laut yang memisahkan sekaligus menyatukan pulau-pulau.

No More Posts Available.

No more pages to load.