“Ini adalah langkah awal. Ke depan, kami ingin membangun lebih banyak kolaborasi yang memungkinkan guru dan siswa kita mendapat pengalaman belajar yang beragam dan kontekstual,” pungkas Husein Mukadar.
Dengan langkah strategis ini, Pemkab Maluku Tengah menunjukkan komitmen serius dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Kerja sama internasional ini tidak hanya membuka akses terhadap praktik-praktik terbaik dunia, tetapi juga memperkuat posisi pendidikan sebagai motor penggerak kemajuan daerah. (*)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









