“Saya terinspitasi dari situ, lalu saya kembangkan tidak hanya menempel seperti kolase tetapi saya serut, saya tekstur, dan sebagainya. Akhirnya saya mencoba dan jadi. Karena punya pekerjaan lain, jadi baru empat tahun ini saya mulai fokus membuat lukisan dari pelepah pisang,” kata Riyadie di Galeri Lukisanya, Sabtu (4/1/2025).
Riyadie mengaku memilih melukis dengan media pelepah pisang karena selain mudah didapatkan di sekitar pekarangan, juga ramah lingkungan. Untuk menempel potongan pelepah pisang, Riyadie menggunakan lem putih agar melekat kuat pada media lukis.
“Ya pertimbangannya bahan baku mudah didapatkan dan menurut saya lukisan dari pelepah pisang ini unik dan menarik,” ucapnya.
Menurutnya, untuk membuat lukisan pelepah pisang tidak memerlukan keahlian khusus, tetapi dalam tiap karyanya membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Untuk mengerjakan satu lukisan dibutuhkan waktu 1-2 bulan tergantung besar kecil dan tingkat kerumitan lukisan.
“Untuk sketsanya kita juga bisa ngeblat atau menjiplak cuma dalam menempel tiap helai pelepahnya ini perlu kesabaran dan adanya sedikit insting seni,” ujarnya.
Riyadie menuturkan, hasil karyanya sudah banyak dikoleksi oleh penggemar seni lukis, bahkan beberapa tokoh dan politikus Kebumen seperti bupati dan wakil bupati Kebumen pernah memesan lukisan buatanya. Hasil karyanya yang sudah terjual senilai Rp 5 juta hingga Rp 15 juta.





