Tentang Kamu dan Waktu

oleh -189 views

Cerpen Karya: Linda Kartika Sari

Hujan di awal Januari, setitik gerimis dengan semburat warna jingga makin mempercantik langit Yogyakarta. Tapi andai kamu tahu, segala kecantikan itu tak sebanding dengan rona merah yang muncul saat kugoda dirimu, atau lengkungan di bibir mungil nan merah itu … lengkungan yang mana selalu membuat kedua pipimu bercekung indah ….

Katamu dulu, hujan selalu membuat banyak cerita untuk hati yang sekuat baja, untuk usaha yang setekun kapal membelah samudera. Ah … jikalau dulu aku selalu mengatakan kata-katamu terlalu bermajas, tapi tidak dengan sekarang. Aku malah rindu, menginginkan suara selembut itu untuk kudengar lagi.

Sekarang aku hanya bisa tersenyum kecut, merasakan tetesan air menghunjamku secara perlahan. Mungkin, aku terlihat seperti kupu-kupu kesepian yang mengetuk relung hatimu pelan-pelan. Menyedihkan, kamu tak pernah ‘lagi’ membukanya.

Tentunya, setelah hatimu kembali kugores dengan sebilah pisau tak kasatmata. Yang mana, kesabaran hatimu kembali kuuji. Kesetiaanmu sebagai sang kekasih kupatahkan begitu saja.

Baca Juga  Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan

Aku memang bukanlah perempuan baik-baik. Tidak berjilbab seperti yang kamu harapkan, asamu kuabaikan, lebih memilih mementingkan karierku yang saat itu gumilang.