Nelayan dan Laut

oleh -155 views

Oleh: M. J Latuconsina, Akademisi Unpatti Ambon

Guna menggambarkan kondisi sosial ekonomi para nelayan, tak perlu saya mencarinya dari referensi tertulis, karena dulu di waktu masih sekolah saya berteman dengan anak-anak para nelayan. Kondisi nelayan sebagian besar hidup dalam ketercukupan, bahkan ada di bawah ketercukupan. Saya menyaksikan betapa kebutuhan papan berupa rumah dari sebagian kecil mereka diami cukup papa. Anak-anak mereka rata-rata sekolah tapi bervariasi ada yang hanya menamatkan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan ada juga yang mampu menuntaskan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Tapi banyak juga yang putus sekolah, lantas memilih kawin muda.

Ketidak mampuan akses pendidikan berdampak pada kriminalitas, dimana mereka suka berkelahi, mabuk dan mencuri. Akses pendidikan sulit didapatkan, karena pendapatan orang tua mereka kecil. Sehingga tidak mampu membiayai mereka. Namun ada juga sahabat saya dari keluarga nelayan yang papa ia adalah siswa yang berprestasi sejak SD hingga SLTA dan sempat menempuh kuliah bersama saya. Begitu juga ada teman, yang orang tuanya adalah nelayan sukses memiliki jaring bobo (mini purse seine), banyak motor, rumah besar, dan pada zaman itu sudah memutar video kaset yang ditonton warga sekitarnya.