Besok, Malam Ela ela dilaksanakan di Sigi Lamo Kesultanan Ternate

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Meski sempat dilarang beberapa hari lalu, tradisi malam Ela-ela (malam Lailatul Qadar) yang dilaksanakan setiap tanggal 27 Ramadhan akhirnya diizinkan oleh pemerintah Kota Ternate.

Meski demikian, mengingat Kota Ternate yang masih dalam situasi Pandemi Covid-19, maka penyelenggaraan malam Ela – ela di tahun ini tanpa disertai pawai obor atau perlombaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Mohdar Din mengatakan, kali ini semua prosesi penyalaan api obor di malam Ela-ela dipusatkan di (Sigi Lamo) Masjid Kesultanan Ternate.

“Sabtu 8 Mei 2021 besok setelah salat magrib,” ucap Mohdar melansir halmaherapost.com, Jumat 7 Mei 2021.

Mohdar pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Ternate, karena belum bisa menyelenggarakan perlombaan tersebut sebagaimana di tahun sebelumnya.

Baca Juga  Sabtu Kemarin, Gunung Ibu Meletus 123 Kali

“Saya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan bersama Pemerintah Kota Ternate menyampaikan permohonan maaf, kalau Lomba Ela – ela tidak dapat dilaksanakan. Karena kondisi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Meski tidak melaksanakan lomba, tapi di Masjid Kesultanan Ternate nanti, Mohdar mengaku dirinya bersama Wali Kota Ternate akan menghadiri prosesi tersebut.

“Ini sesuai tema kegiatan, yaitu memeriahkan ritual malam lailatulkadar menuju Ternate Andalan,” jelasnya.

Dalam momentum ini, bagi Mohdar, penyalaan api obor pada malam Ela – ela di halaman depan Masjid Kesultanan Ternate, sebagai wujud kebersamaan dalam melestarikan ritual malam lailatulkadar.

Karena sejak dulu, lanjut dia, tradisi tesebut tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat Ternate. Di mana, hampir setiap rumah, lingkungan atau masjid, melaksanakan ritual tersebut.

Baca Juga  Bob Dylan di album baru: 'Lagu-lagu itu sepertinya menulis sendiri'

“Mereka gunakan batang pohon pisang sebagai medianya, kemudian getah pohon Agatis (damar), Poci (Palita), obor yang terbuat dari bulu (bambu) dan diisi minyak tanah,” terang Mohdar.

Menurut dia, itu semua mengandung arti nur atau cahaya. Masyarakat adat memeriahkan malam Ela – ela sebagai suatu penghormatan terhadap malam lailatul qadar.

“Dan tradisi ini tetap dijaga hingga anak cucu mereka. Semoga torang (kami) samua bersama Wali Kota Ternate tetap menjaga budaya, adat se atoran, agar negeri para Sultan ini selalu bercahaya,” harapnya.

Senada, Kepala Bidang Adat se Atoran Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Farida A. Syah menambahkan acara ritual ini patut dilestarikan untuk generasi muda.

Baca Juga  Soroti Gambar Mirip Salib di Simbol HUT RI, Kapitra PDIP: Kenapa Tidak Bulat?

Sebab, menurut dia, Ela – ela termasuk ritual keagamaan dan budaya orang Ternate yang sudah terpelihara lama.

“Meski ini masih kondisi Covid-19, mari kita tetap terangi negeri Kie se Gam (gunung dan kampung) ini agar tetap terlihat Gam ma Cahaya (kampung bercahaya). Semoga Kota Ternate semakin maju, mandiri dan Andalan bersama Wali Kota kita,” tutupnya. 

(red/hp)

No More Posts Available.

No more pages to load.