Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat SMILE (Strengthening Multifaith Initiative Leader on Climate Justice through Ecofeminism), yang mendorong kepemimpinan perempuan, pemuda dan masyarakat lintas iman dalam memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta keadilan iklim.
Dari Sabatang, gerakan itu ingin dibangun dari sesuatu yang sederhana: mengubah kebiasaan di rumah.
Sebab ketika sampah mulai dipilah dari dapur, barang bekas mulai dimanfaatkan kembali, dan masyarakat mulai melihat limbah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai, maka persoalan sampah perlahan dapat berubah menjadi peluang.
Dari rumah, dari desa, dan dari kebiasaan kecil, gerakan menjaga lingkungan dan masa depan Bumi Saruma dapat dimulai.
(Amirudin Irsad)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









