Dari Sampah Jadi Karya, Eco Bhinneka Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga di Sabatang

oleh -7 Dilihat
Mewakili Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah Dinul Qoyimah mengatakan persoalan sampah memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar persoalan kebersihan.

Porostimur.com, Labuha — Persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebatas urusan membuang dan mengangkut limbah. Dari rumah, sampah dapat menjadi sumber persoalan lingkungan, tetapi di saat yang sama juga bisa diolah menjadi karya dan memiliki nilai ekonomi.

Semangat itulah yang dibawa Eco Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara melalui Training of Trainers (ToT) bertajuk “Eco-Literasi dan Aksi Komunitas melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga” di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan kelompok PKK dari Wayamiga, Nyoyifi, Babang, Sayoang dan Sabatang. Mereka dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Tak hanya berhenti pada pelatihan, kegiatan ini diarahkan untuk melahirkan kader lingkungan yang mampu membawa perubahan di desa masing-masing.

Dimulai dari Rumah, Didorong Jadi Gerakan Bersama

Mewakili Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah Dinul Qoyimah mengatakan persoalan sampah memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar persoalan kebersihan.

Baca Juga  Tekan Stunting, Pemkab Halmahera Timur Salurkan Insentif untuk 1.189 Ibu Hamil dan Menyusui

Menurutnya, sampah yang dihasilkan dari rumah dapat berakhir di sungai, pesisir hingga laut dan pada akhirnya memengaruhi kesehatan masyarakat, ekosistem serta sumber penghidupan.

No More Posts Available.

No more pages to load.