Dinasti Sultan versus Dinasti Jokowi

oleh -1 Dilihat

Politik “Dinasti Jokowi” sesungguhnya adalah istilah “cawe-cawe” Jokowi yang ingin memperpanjang pengaruh politiknya dalam kekuasaan, karena gagal memperpanjang masa jabatan maupun kuasa 3 periode. Dalam pilpres, isu ini berhubungan dengan netralitas Jokowi. Namun, bagaimana Jokowi mau netral?

Dalam pandangan kaum oposisi, selama 9 tahun Jokowi telah mengabaikan demokrasi. Pemberangusan demokrasi dilakukan dengan memenjarakan aktifis-aktifis pro demokrasi, pemidanaan tokoh-tokoh hak asasi manusia, ulama dan bahkan pembunuhan politik terhadap anggota-anggota FPI.

Prabowo-Gibran kelihatannya akan menang pilpres, seperti proyeksi Professor Hendropriyono baru-baru ini. Bahkan, bisa jadi satu putaran sekaligus Gerindra pemenang pemilihan legislatif sebagaimana klaim Gerindra. Namun, jika kemenangan ini merupakan hasil kecurangan politik, maka dapat dipastikan stabilitas nasional akan terus tergoyang ke depan.

Baca Juga  Heboh! Bayi Laki-laki Ditemukan Hidup dalam Tempat Sampah di Ambon, Polisi Selidiki Orang Tuanya

Klaim Ade Armando bahwa soal tuduhan politik dinasti bukan terkait pasangan Prabowo-Gibran, melainkan urusan Kesultanan Yogyakarta, memperkeruh suasana pilpres saat ini. Namun, klaim ini menunjukkan juga adanya soal-soal prinsipil terkait pemilu tidak jujur, yang perlu dihadang oleh rakyat. Entah bagaimana caranya?

No More Posts Available.

No more pages to load.