Gamkonora, Kenangan dan Air Mata

oleh -8 Dilihat

“Kalau ada yang belum memiliki perlengkapan yang disebutkan di atas, akan disediakan jasa sewa perlengkapan seperti,  matras (20k), sleeping bag (25k),  tracking pole (25k), dan headlpam (15 k),” paparnya. 

Dalam pengamatan secara visual, gunung api Gamkonora terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III, akan tetapi asap kawah tidak teramati.  Dan berdasarkan pengamatan kegempaan, baru terjadi 9 kali gempa tektonik yang jauh dari dengan amplitude 1-20 mm, mulai dari S-P 14-15 detik dan lamanya gempa 22-85 detik. 

“Dengan demikian, kesimpulannya, tingkat aktivitas gunung Gamkonora masa berada di level 1 atau masih normal. Untuk rekomendasi yaitu, kepada masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak memasuki dan bermalam di kawah dalam radius 1,5 km,” ujar Reza. 

Baca Juga  Satu Ambulans Laut Layani Tiga Pulau, Muis Ade: Jangan Tunggu Mahmud Harun Berikutnya

Petualangan yang dimulai pukul 10.00 WIT, dengan berjalan kaki melewati kebun warga. Pelan-pelan melangkah penuh semangat. Tanjakan demi tanjakan kami lewati. Berjalan dan berjalan, walau kita dihalangi hujan. Lalu, pun kabut turun seperti salju jatuh dari langit.  

Dari kebun pala, cengkeh, kelapa, hingga cempedak. Sepanjang jalan, kami bertemu dengan warga desa Gamsungi yang sedang panen kelapa untuk membuat kopra. Tak lama kemudian, kami tiba di pos satu, dan langsung rehat beberapa menit. Kemudian dilanjutkan, namun menemukan keramat di berbagai titik pos. Begitu juga hingga pos ke lima yang berada di puncak gunung Gamkonora. 

No More Posts Available.

No more pages to load.