Dengan kebersamaan dan berpatokan pada falsafah Bolimo Karo Somanamo Lipu yang artinya Korbankan Diri untuk Kepentingan Negeri, adalah suatu slogan atau semboyan yang luar biasa yang dimiliki oleh KKST.
“Falsafah ini memiliki kolerasi dalam kehidupan antara orang basudara dengan slogan potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dipatah dua,” tuturnya.
Sejatinya, terang Sadali, keluarga besar KKST yang ada di daerahnya telah terintegerasi menjadi masyarakat Maluku dalam pertalian sejati hidup orang bersaudara.
“Untuk itu kami berharap masyarakat Maluku asal Sulawesi Tenggara, jangan pernah memutuskan tali silaturahmi atau tali gandong,” harapnya.
Melalui halal bihalal ini, Sadali mengajak untuk meningkatkan kualitas kerukunan dan kedamaian di antara sesama, baik sesama KKST maupun dengan masyarakat Maluku lainnya.
Pasalnya, kata dia, inilah spirit kebersamaan dan persaudaraan untuk belajar saling memahami, saling mempercayai, saling mencintai, saling menopang, saling membanggakan dan saling menghidupi.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Maluku Syuryadi Sabirin, Ketua DPW KKST Maluku beserta jajaran, dan masyarakat Sulawesi Tenggara yang ada di Provinsi Maluku. (Keket)










