Sementara itu, pada awal konflik, radar peringatan dini AN/FPS-132 early warning radar di Qatar juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran.
Serangan balasan Iran menggunakan drone dan rudal balistik disebut telah memberikan tekanan besar terhadap sistem pertahanan udara di kawasan Teluk. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa persediaan pencegat canggih seperti THAAD dan PAC-3 dapat segera menipis.
Pada Jumat lalu, kontraktor pertahanan seperti Lockheed Martin dan RTX Corporation bahkan dilaporkan bertemu di Gedung Putih setelah Pentagon mendorong percepatan produksi senjata. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











