Ketika Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Hanya Rutinitas Semata

oleh -680 views

Sementara, beberapa kalangan berasumsi bahwa lunturnya nasionalisme dari sebagian besar bangsa kita adalah karena pengaruh globalisasi. Globalisasi tidak lebih dari sebuah mega proyek milik negara-negara super power. Negara-negara yang kuat dan kaya mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya bersaing dengan mereka di bidang teknologi maupun ekonomi.

Kekalahan dalam persaingan ini, menyebabkan negara-negara miskin, secara de facto terjajah oleh negara-negara kuat dan kaya tersebut. Dan pada akhirnya, negara negara miskin terkooptasi dari sisi budaya, politik, pandangan hidup, bahkan agama. Pertanyaannya adalah apakah memang globalisasi menjadikan nasionalisme kita harus tergerus hingga luluh lantak?

INGAT : Indonesia adalah bangsa besar. Bangsa yang memiliki kekayaan sumberdaya alam yang tak terkira. Negara yang terbentuk dari banyak suku bangsa dan budaya, yang menjadi ciri khas dan karakter bangsa. Haruskah kita menyerah pada propaganda globalisasi, sementara kita memiliki segalanya di negeri ini?

Baca Juga  Musda Kosgoro Maluku, Umar Lessy Dorong Konsolidasi dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Sampai kapan anak bangsa ini menyadari kebesaran negaranya dan kekayaan negerinya, hingga memiliki kesadaran untuk mempertahankan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dengan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme seperti Budi Oetomo dan para penggerak Kebangkitan Nasional dahulu? Ataukah, semangat Kebangkitan Nasional ini hanya akan menjadi cerita masa lalu dan dongeng sebelum tidur anak-anak Indonesia dimasa depan? Bagaimana pula pendapat pembaca yang mulia?

No More Posts Available.

No more pages to load.