Berikut analisis kami, dengan harapan para pembaca juga memiliki pendapat yang tentunya lebih baik. Salah satu pendapat pakar, menyatakan bahwa nasionalisme itu tumbuh dan berkembang karena perasaan senasib yang mendorong kelompok manusia bersatu dan berjuang membebaskan diri mereka dari tekanan atau belenggu kemerdekaan. Dengan lain perkataan nasionalisme itu merupakan tanggapan sekelompok manusia yang merasa senasib untuk mempersatukan diri, memperjuangkan cita-cita bersama sebagai pengikat sosial atau social integrative force.
Perasaan senasib itu bisa dirasakan oleh sekelompok sosial yang homogen, tetapi kebanyakan beragam karena mobilitas penduduk sejak awal kehadirannya di muka bumi. Karena itu sulit mencari suatu bangsa yang warganya homogen satu sukubangsa yang mendukung satu kebudayaan dalam arti luas.
Bangsa Indonesia merupakan contoh betapa ia tumbuh dan bersatu melahirkan satu nation di kepulauan Nusantara. Kebetulan kepulauan Nusantara pernah dijajah Hindia Belanda yang menguras kekayaan alam dan menindas penduduknya. Penjajahan itu merupakan blessing in disguise bagi penduduk Nusantara yang merasakan kejamnya penjajah sehingga membangkitkan semangat perlawanan mereka yang sama sama tertindas. Semangat kebangsaan itulah yang kemudian dipupuk dan melahirkan satu nation Indonesia yang kuat.











