Ketika Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Hanya Rutinitas Semata

oleh -632 views

Untuk newujudkan hal tersebut tak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur yang sifatnya fisik saja. Tapi perlu pembenahan moral dan mental bangsa. Kasus korupsi, OTT para kepala daerah, politisi, birokrat, oknum penegak hukum menunjukkan betapa rusak dan rendahnya moral dan mental para oknum penyelenggara negara. Mereka telah menggunakan APBN sebagai bancaan pribadi atau kelompoknya. Pelaksanaan Pemilu yang ambaradul, dan macam-macam dech kebobrokan lainnya di negeri ini.

Momen Hari Kebangkitan Nasional saat ini harus menyentuh nurani dan empati suprastruktur politik maupun infrastruktur politik. Semua elemen bangsa harus turut serta merasakan pentingnya bangkit dari keterpurukan dan bergegas melakukan perbaikan-perbaikan signifikan untuk memajukan negeri. Inilah saatnya bangsa Indonesia bersatu padu, menjunjukkan soliditasnya untuk maju bersama melawan kemiskinan dan pengangguran. Bangsa yang bersepakat untuk menghapuskan indeks kesengsaraan rakyat dan mengubahnya menjadi indeks kebahagiaan yang konkrit.

Baca Juga  Kapal Induk AS Ke-3 Tiba di Dekat Iran, Trump Sesumbar Teheran Tak Punya Banyak Waktu

Hari Kebangkitan Nasional merupakan tiang pancang mengeliminasi sifat-sifat buruk manusia Indonesia terkait masalah mental. Sikap-sikap seperti malas, resisten terhadap perubahan, mindset yang mengalami disorientasi, tidak disiplin dan kurang serius atau enggan menjadi inovator, kurang percaya diri dan jelousy.

No More Posts Available.

No more pages to load.