Lansia dan Penderita Penyakit Kronis Target Penerima BLT Tanpa Resiko

oleh -94 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Menginisiasi pemberian BLT aman tanpa resiko, pemerintah desa Namlea, kabupaten Buru, Maluku. Menargetkan para lansia dan penderita penyakit kronis sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT).

Bantuan uang sebesar Rp. 600.000 berasal dari pengalihan dana desa untuk korban terdampak covid-19 diberikan langsung ke rumah rumah warga penerima. Ini disebabkan karena kebanyakan dari penerima tidak bisa mengantri untuk mengambil BLT di kantor desa Setempat.

Hal ini disampaikan Plt kepala desa Namlea . A Basyir toisutta, saat menyaluran BLT secara langsung (22/05).

“Kita menargetkan 2 kriteria warga yang masuk sebagai penerima BLT senilai Rp.600.000/bulan, yang akan diberikan selama 3 bulan kedepan. Lansia dan penderita penyakit kronis. bantuan ini kita salurkan langsung ke rumah rumah warga penerima BLT. Tujuannya agar kita bisa memastikan apakah BLT ini tepat sasaran atau tidak. Sedangkan Tujuan kedua adalah untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif dari warga yang menginginkan mendapatkan jatah BLT tersebut”, kata Basyir.

Sebesar Rp.453.600.000 Dikucurkan pemdes Namlea untuk membantu 252 Warganya yang menjadi Penerima bantuan langsung tunai ini. Dari 252 total penerima BLT. 152 orang Diantaranya merupakan penderita penyakit kronis dan 100 nama lainnya merupakan lansia dengan kondisi sangat rentah.

Baca Juga  Mobil Kerap Terbalik , Pemerintah di Minta Tidak Tutup Mata Terhadap Jalan Lintas Sulabesi Barat

Dana sebesar Rp. 453.600.000 ini nantinya akan di bagian ke 252 orang selama 3 bulan. Dengan rincian Rp. 151.200.000/ bulan atau setara Rp. 600.000/orang(kk).

” Iya. Kami kelompokan. Sebanyak 100 kk Orang penerima BLT adalah lansia dan sisanya152 orang Merupakan penderita penyakit kronis menahun”, tambah Basyir.

Selalu Pejabat kepala desa yang dipercaya menjadi pengayom warganya, Basyir berharap besar, pemberian bantuan ini bisa meringankan beban keluarga yang telah merawat para lansia yang tidak lagi bisa beraktifitas dan membantu proses perobatan penyakit diderita warganya yang kian hari semakin memburuk.

“Semoga bantuan ini bener bener dirasakan warganya yang membutuhkan. Bisa membantu mereka melalui musim pandemi ini dengan sedikit ketenangan karna adanya bantuan ini. Kita tau. Ekonomi saat ini semakin memburuk. Aktifitas warga dalam mencari nafkah juga mengalami pembatasan di banyak tempat. Karenanya, semua bantuan ini bisa beanfaat dengan semestinya. Kita tau. Ada banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. Tapi saya pikir, bantuan juga banyak yang datang pada kondisi seperti saat ini seperti dari pihak dinas sosial dan pemkab. Jadi warga yang tidak menerima BLT diharapkan jangan berkecil hati. Masih ada bantuan lain yang mastiin akan didapat nanti”, jelas Basyir mengakhiri penjelasan. (ima)