Lentera Padam

oleh -1,174 views

Beberapa menit kemudian. Adikku ini menancapkan kakinya di atas tanah. Kepalanya mendongak menatap siratan senja yang ingin memudar, Aku melihat sepasang bola matanya dirembesi air. air matanya mengalir deras seperti hujan. Tangisannya hening. Aku sama sekali tidak merasakan rasa sakit kanker kronis, tapi sanggup merasakan kesedihanmu.
Dia mendudukan tubuhnya di tanah merah. Dengan keikhlasannya yang mendalam. Ia membelit temali piagam di selonggok papan nisan yang tertulis jelas namaku. Tera. (*)

Baca Juga  Kantor Pertanahan Malteng Matangkan Persiapan PTSL 2026, Verifikasi Kesiapan Penyedia Digelar

No More Posts Available.

No more pages to load.