Hal–hal kecil yang ada di sekitar kita ataupun yang kita lakukan kadang terlupa begitu saja, padahal hal-hal tersebutlah yang menjadikan hal-hal besar pada saat ini. Menjadikannya kenangan ataupun luka. Misalnya janji, banyak orang yang menganggap hal itu adalah sesuatu yang kecil dan remeh sering juga disepelekan.
Amaya, maaf keluargaku harus terburu buru pindah ke Yogya, tadi aku mau pamitan tapi kamu masih les, jadi aku hanya bertemu mamahmu dan adikmu. Ingat yah janji kita di bawah hujan. Aku pasti kembali “Aryan”
Dua minggu kemudian Aryan dan keluarganya pindah ke Yogyakarta. Tanpa perpisahan dan tanpa seucap kata pun lelaki itu pergi meninggalkan tetangga masa kecilnya. Gadis yang selalu takut untuk hujan-hujanan dan kini berani melakukan itu. Hanya ada secarik kertas dari lelaki itu yang bertuliskan:
Banyak yang bisa terjadi saat hujan, bisa banjir. bencana, angin kencang ataupun yang lainnya. Tapi kau tahu apa yang paling kubenci saat hujan, mengingat kenangan kita. Bahkan sebenarnya itu bukan kenangan hanya memori usang dan butut yang harusnya aku menguburnya dalam-dalam.
“Ini bukan pertama kalinya kamu nungguin dia, udah saat untuknya berhenti dari kenangan masa kecilmu Mey, lagian cowok macam apa coba yang tiba-tiba hilang kontak selama dua tahun. Padahal sebelumnnya kalian LDR kan baik-baik aja dan berjanji untuk bertemu dua tahun lalu di sini.”











