Karena itu, menurutnya, dorongan agar Musda segera digelar tidak semata-mata berkaitan dengan figur tertentu, tetapi lebih pada kebutuhan memberikan kepastian terhadap arah organisasi.
“Kalau Musda sudah dilaksanakan, maka proses organisasi bisa berjalan lebih pasti. Saya berharap semua pihak dapat mendukung agar Musda segera terlaksana dengan baik,” kata Dessy.
Bagi Golkar Kota Ambon, Musda menjadi momentum strategis untuk mengakhiri fase kepemimpinan sementara dan menetapkan struktur definitif. Forum tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat soliditas kader serta memastikan mesin organisasi kembali bergerak secara optimal.
Dinamika menuju Musda pun kini tidak hanya berkutat pada persoalan penjadwalan forum, tetapi mulai mengarah pada kebutuhan menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas, melakukan konsolidasi dan memperkuat posisi Golkar di tengah masyarakat.
Dalam konteks tersebut, dukungan Dessy terhadap Ely menunjukkan bahwa pengalaman politik, rekam jejak kepemimpinan dan kemampuan manajerial mulai menjadi faktor yang diperhitungkan dalam dinamika kepemimpinan Golkar Kota Ambon.
Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan forum Musda sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Golkar.











