Kadang ia berdiri di depan rumah sakit yang baru saja diserang, dengan suara bergetar menahan sedih. Potongan-potongan video itu memperlihatkan kombinasi antara keberanian, empati, dan kejujuran — karakter yang membuatnya sangat dicintai banyak orang, terutama generasi muda Palestina dan para aktivis internasional.
Peran di Tengah Perang Informasi
Dalam konteks perang modern, terutama di Gaza, media sosial menjadi medan pertempuran tersendiri. Narasi dan citra visual dapat memengaruhi opini publik internasional.
Saleh memahami hal itu dengan sangat baik. Ia menggunakan platform digital bukan hanya untuk menyebarkan berita, tetapi juga untuk menggugah hati penonton.
Video-videonya sering dibuka dengan kalimat “Lihatlah kami, kami manusia seperti kalian,” yang menggambarkan keinginannya agar dunia tidak memandang Gaza hanya sebagai zona konflik, melainkan sebagai rumah bagi orang-orang yang memiliki mimpi dan keluarga.
Dengan teknik dokumentasi sederhana namun kuat, Saleh mampu mengubah ponselnya menjadi senjata kesadaran publik. Ia menjadi simbol bahwa di era digital, seorang individu bisa menandingi pengaruh lembaga media besar.
Karena itu pula, namanya menjadi salah satu yang paling dicari setiap kali terjadi serangan besar di Gaza. Banyak media internasional yang mengambil cuplikan dari video miliknya sebagai referensi lapangan, sekaligus bukti visual situasi nyata.











