Ia dikenal dekat dengan beberapa aktivis kemanusiaan yang berafiliasi dengan Hamas, namun tidak pernah secara resmi menjadi bagian dari struktur politik mana pun.
Hubungan yang kompleks ini menciptakan ambiguitas dalam citra publiknya — sebagian menganggapnya pro-Hamas, sementara sebagian lain menilai ia hanya ingin melaporkan realitas di lapangan tanpa keberpihakan ideologis.
Konflik internal di Gaza juga turut memperburuk situasi. Banyak laporan menunjukkan adanya ketegangan antara milisi lokal dan kelompok bersenjata lain, termasuk klan Doghmush yang terkenal kuat.
Di tengah kondisi tersebut, menjadi figur publik dengan jutaan pengikut seperti Saleh berarti membawa risiko besar, karena ia berada di persimpangan antara politik, media, dan keamanan.
Kematian Tragis di Tengah Bentrokan
Tragedi menimpa Saleh pada 12 Oktober 2025 di kawasan Sabra, Kota Gaza. Ia dilaporkan tewas tertembak ketika terjadi bentrokan bersenjata antara pasukan keamanan Hamas dan kelompok bersenjata lokal yang dikenal sebagai milisi Doghmush.
Menurut laporan saksi, Saleh mengenakan rompi bertuliskan “PRESS” saat insiden terjadi, dan ia sedang melakukan peliputan di lokasi. Meskipun detail pasti mengenai siapa penembaknya masih belum jelas, kematiannya mengundang gelombang duka besar di media sosial.










