“Nah, dalam kegiatan ini diperkuat lagi mengenai pengisian matriks SOP, pengembangan SICI dan pola distribusi data SICI supaya informasinya benar-benar tersampaikan ke nelayan dan petani,” jelas Piet.
Para peserta kemudian melakukan simulasi distribusi data SICI untuk memastikan mekanisme penyampaian informasi dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
Bagi Yayasan SAHARI, keberadaan sistem distribusi tersebut menjadi penting karena informasi cuaca dan iklim baru akan memiliki manfaat apabila dapat dipahami dan digunakan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan data SICI, Yayasan SAHARI juga memfasilitasi penandatanganan nota kesepakatan (PKS) antara tiga kepala desa dengan pihak BMKG di akhir kegiatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Kamari, SP., M.Kom., serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Carisz Kainama, S.Si., M.Si.
“BMKG menyediakan data SICI, peran Yayasan SAHARI sebagai fasilitator untuk menghubungkan pemerintah desa dan BMKG. Untuk itu, saya berharap tim pokja ini tetap bekerja untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat desa,” harap Piet.










