Salah Asuhan Penyebab Indonesia Karut-Marut

oleh -6 Dilihat

Dengan kata lain: penjajahnya sudah pergi, tetapi sebagian penggarisnya masih kita gunakan untuk mengukur diri sendiri.

Dan lebih ironis lagi, terkadang kita sendiri yang mempertahankan penggaris itu.

Dari Kearifan Lokal Menjadi Pengetahuan Lokal

Kita sering berbicara tentang pentingnya local wisdom. Tetapi mari kita periksa apa yang sebenarnya kita lakukan terhadapnya.

Kita memasukkannya ke dalam pidato. Kita jadikan tema seminar. Kita tampilkan dalam festival. Kita jadikan materi promosi pariwisata. Kita masukkan ke dalam dokumen pembangunan.

Tetapi apakah kita menjadikannya sumber untuk mendesain institusi? Belum tentu.

Padahal pranata adat di berbagai wilayah bukan hanya simbol budaya. Ia masih dapat berfungsi sebagai mekanisme pengelolaan sumber daya, penyelesaian konflik, kohesi sosial, dan pengaturan hubungan antaranggota komunitas.

Baca Juga  Kawasaki Segarkan Warna Z650 S dan Z900, Performa Tetap Dipertahankan

Karena itu, kita seharusnya tidak hanya bertanya: “Apa kearifan lokal masyarakat ini?”

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: “Pengetahuan apa yang telah diproduksi masyarakat ini selama ratusan tahun untuk menyelesaikan persoalan kehidupan bersama?”

Pertanyaan pertama menghasilkan dokumentasi budaya. Pertanyaan kedua dapat menghasilkan ilmu.

Mengapa Masyarakat Selalu Menjadi Terdakwa?

Salah asuhan juga terlihat dari cara kita menjelaskan kegagalan kebijakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.