Sangiang Menaruh Cerita

oleh -136 views

Karya: Amrin Teapon, (Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Kie Raha Ternate)

Mengenang cerita singkat asmaraloka 6 tahun silam antara lelaki yang berasal dari Pulau Senapan (Sula) Maluku Utara dengan perempuan Tual Maluku Tenggara!

Namanya Dian, nama lengkapnya Dian Rahmawaty. Wanita yang mempunyai wajah polos, berhidung mancung, dan berketurunan Seram (Maluku).

Januari 2015 lalu, terlukis kenangan di dalam kapal Sangiang yang berjalan dari Sanana menuju ke Ternate. Arus yang di sertai gelombang, membuat Dian merasa mabuk laut hampir kepayahan, hingga aku pun bingung dengan tindakan apa yang perlu dilakukan. Mau apatis salah-salah, sementara Dian bertetangga ranjang denganku, perempuan pula.

Berawal pada rasa malu, perlahan-lahan berubah menjadi canda tawa. Wajah bahagia mulai tampak, namun tak mampu diungkapkan lewat kalimat yang begitu panjang. Walaupun berjalannya kapal Sangiang seperti kayu yang terhanyut, tetapi dalam hati kecilku masih tersimpan bisikan untuk memperlambat perjalanan. Merasa lucu yang berlainan, disertai dengan kasih sayang yang mulai terpendam.

Baca Juga  Kisah Abdullah bin Umar, Sahabat Nabi Periwayat Ribuan Hadits

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIT, menandakan saatnya makan malam. Dian yang masih tampak malu-malu, berusaha membujukku makan roti, serta beberapa makanan ringan lainnya. Aku berusaha mengayunkan tangan mengambil sepotong Kusuka (salah satu jenis makanan ringan), juga satu botol minuman Nee Green Tea. Sambil menikmati makan dan minum, Dian perlahan-lahan mengajakku berbicara. Dian banyak melontarkan pertanyaan tanpa ragu. Rasa malu yang sebelumnya, hampir tak terlihat lagi pada ekspresi Dian. Begitu pun denganku, aku menjawab penuh santai tanpa ragu-ragu dan malu-malu.