Sangiang Menaruh Cerita

oleh -146 views

Kekasih, meskipun sebelumnya kita telah berbahagia bersama dengan waktu singkat yang kemudian pada akhirnya terpisah, dan tertutup semua cerita. Akan tetapi, selalu ku pahat rapi jejak rindu tantang kita.

Punggungmu yang berlalu begitu saja. Tawamu yang ku pandangi dulu, kini hampir tak terlihat lagi. Namun percayalah, sampai kini, sentuhan itu masih terasa dengan lembutnya yang kian membelai sepinya hati. Senantiasa ku bingkai binar matamu bersama gelegak gairah jiwaku, hingga tersimpan menjadi lukisan indah di cakrawalaku, Kekasih. Semoga! (*)