“Karena tertutup kain gordeng, suaminya saya langsung memukul. Untung anak saya tidak berteriak. Saya pun terjatuh ke lantai kamar dan pusing. Mendengar suara itu, tetangga berlari ke rumah kami, tapi dia juga berencana mau pukul tetangga kami,” ucapnya.
Setelah mendapat pemukulan itu, Nona jatuh hingga pingsan. Mendengar informasi tersebut, suadaranya datang dan mencari pelakunya, namun tidak ketemu.
Atas perlakuan yang dilakukan oleh Hamid, pelaku dalam peristiwa itu sehinga mereka bersama anak, dan kakaknya melaporkan ke Polsek Oba.
Pernah Keguguran
Suatu waktu, Nona sedang hamil memasuki tiga bulan. Suaminya merontak hingga menginjak perutnya hingga keguguran. Ia menangis dengan histeris. Rasa sakit tak bisa tertahan. Apa yang dialaminya itu, ia simpan rapat-rapat. Tak bilang ke siapa-siapa, bahkan orang tuanya sendiri.
“Untung waktu itu, mama saya adalah biang kampung sehingga bisa di atasi,” ujar Nona.
Masalah lain seperti, pulang ke dalam keadaan mabuk, suaminya sudah pasti membuang barang-barang di dapur. Jika tidak sedang minuman keras, dia tidak membuat kacau.
“Suami saya ketika pulang kerja, selalu curiga. Padahal saya tidak ke mana-mana, hanya bajual sayur masak dan es pisang. Hal-hal itu, berjalan hingga saat ini. Pernah saya bilang kepada suaminya, bila tak lagi suka dan nyaman, mari baku bilang bae-bae” harapnya. (***)









