Porostimur.com, Gaza – Tony Blair Institute (TBI) terlibat dalam apa yang diyakini banyak orang sebagai cetak biru untuk pembersihan etnis Gaza. Kabar itu muncul menyusul pengungkapan bahwa lembaga yang didirikan mantan Perdana Menteri Inggris tersebut berpartisipasi dalam proyek perencanaan pascaperang yang kontroversial yang mengusulkan pemindahan massal warga Palestina.
Rencana pemindahan warga Gaza itu pertama diungkap oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Rincian keterlibatan TBI terungkap dalam investigasi Financial Times. Terungkap bahwa skema tersebut, yang dikembangkan pengusaha Israel dan dimodelkan oleh Boston Consulting Group (BCG), mencakup insentif ekonomi untuk secara paksa “merelokasi” hingga setengah juta warga Palestina dan mengubah daerah kantong yang terkepung itu menjadi zona investasi mewah yang dijuluki “Gaza Riviera”.
BCG mengembangkan model keuangan yang memperkirakan biaya pemindahan hingga 500.000 warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari proyek yang secara internal diberi label “Aurora”.
Pemodelan tersebut mencakup apa yang disebut “paket relokasi” senilai sekitar USD9.000 per orang, yang dibingkai sebagai sukarela tetapi secara luas dikutuk sebagai skema terselubung untuk memindahkan penduduk Gaza.









