Saudi Khawatir Konflik Meluas ke Infrastruktur Energi Teluk
Sebelum pengumuman Trump, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan melakukan percakapan telepon dengan Trump pada Sabtu.
Pembicaraan tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat dan Israel disebut tengah mempersiapkan serangan besar terhadap infrastruktur energi Iran.
Laporan awal mengenai percakapan kedua pemimpin tersebut disampaikan Axios dan kemudian dikonfirmasi sumber pemerintah AS kepada Associated Press (AP).
Menurut seorang pejabat yang mengetahui isi percakapan namun tidak berwenang memberikan komentar secara terbuka, Riyadh mengkhawatirkan konsekuensi apabila Washington menyerang infrastruktur energi Iran.
Teheran dikhawatirkan membalas dengan menargetkan fasilitas energi Arab Saudi maupun negara-negara Teluk lainnya.
Dalam percakapan tersebut, Mohammed bin Salman juga disebut meminta penjelasan Trump mengenai tindakan baru yang mungkin sedang dipertimbangkan Washington terhadap Iran.
Seorang pejabat Gedung Putih membenarkan bahwa Trump dan Mohammed bin Salman berbicara pada Sabtu, tetapi tidak memberikan rincian mengenai isi pembicaraan.
Arab Saudi sebelumnya bergabung dengan AS dalam serangan terhadap sejumlah situs logistik dan persenjataan yang digunakan milisi yang didukung Iran di Irak.









