Namun, Riyadh juga terus mendorong Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan untuk mencari jalan keluar dari konflik yang telah berlangsung selama lima bulan.
Mohammed bin Salman bahkan mengirim adiknya, Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman, ke Washington pada awal pekan untuk bertemu Trump dan Wakil Presiden JD Vance. Pertemuan tersebut membahas strategi menghadapi Iran.
AS Siaga, Warga Diminta Waspadai Gangguan Perjalanan
Eskalasi konflik tersebut menjadi persoalan serius bagi pemerintahan Trump. Selain risiko geopolitik, konflik yang tidak populer di sebagian masyarakat Amerika itu telah memberikan tekanan terhadap ekonomi dunia.
Situasi tersebut juga terjadi beberapa bulan menjelang pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.
Trump sebelumnya berjanji mengambil tindakan balasan setelah militer AS menggagalkan serangan mendadak Iran terhadap pangkalan Amerika di Yordania pada awal pekan.
“Kami hanya ingin menang di Iran,” ujar Trump kepada wartawan, Jumat.
Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan sangat keras hingga Teheran tidak mampu lagi menahannya.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya mengungkapkan kekecewaan Washington karena Teheran disebut telah menandatangani nota kesepahaman dengan AS terkait gencatan senjata pada bulan lalu, tetapi kemudian melanggarnya.









