Bagi warga Ahiolo, kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, pengibaran bendera dan perayaan setiap 17 Agustus. Kemerdekaan juga berarti jalan yang bisa dilalui dengan aman, anak-anak yang dapat bersekolah tanpa hambatan, warga sakit yang cepat mendapatkan pertolongan, hasil kebun yang bisa dibawa ke pasar, serta pelayanan pemerintah yang dapat dijangkau.
“Kami berharap pemerintah jangan lupa katong di sini. Katong juga masyarakat Indonesia. Katong juga punya hak untuk merasakan pembangunan,” pungkasnya.
Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, harapan warga Ahiolo ternyata tetap sederhana: sebuah jalan yang layak agar mereka tidak lagi merasa terisolasi dari pembangunan.
Sebab bagi mereka, jalan bukan sekadar infrastruktur. Jalan adalah akses menuju pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan publik, dan masa depan.
Jalan adalah kemerdekaan yang masih mereka tunggu.
(Josian Kakisina)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











