Benar saja, di babak ‘Preliminary Interhigh’ Seirin pun sudah kewalahan dalam menghadapi sekolah pertama yang dilawannya. Namun untungnya, mereka berhasil melewatinya dengan skor beda tipis. Karena suatu kebetulan, Kuroko, Midorima, dan Kise bertemu di restoran.
“Sudah kukatakan-nanodayo. Bodoh sekali kau Kuroko karena memilih sekolah yang tidak tepat,” tutur Midorima membenarkan kacamatanya.
“Kurokocchi… Aku sudah pernah mengajakmu dulu, tapi apakah kamu mau menerima ajakanku untuk bergabung denganku sekarang?”
Bukannya di olahraga yang paling penting adalah kemenangan? Aku tidak mengerti. Tapi akan kuberi tahu satu hal. Jika alasan Kurokocchi bermain basket berubah karena Kagami, suatu saat Kurokocchi dan Kagami akan berpisah. Perbedaan antara aku dan keempat anggota Kiseki no Sedai lainnya bukanlah karena perbedaan kemampuan fisik. Mereka memiliki bakat istimewa yang tidak bisa ditiru oleh siapapun, termasuk oleh diriku sendiri. Dan juga seperti Kiseki no Sedai, dia juga memiliki bakat istimewa. Kalau untuk sekarang, kemampuannya bukanlah apa-apa. Namun aku merasa pada suatu saat nanti kemampuannya akan setingkat dengan Kiseki no Sedai, dan mulai berpisah dengan timnya. Pada saat itu, Kagami pastinya juga akan berubah dari yang sekarang, kan?











