Waktu untuk berbincang pun selesai. Dan semenjak saat itu Aku belajar dari pintu rumahmu. Pintu yang selalu setia menunggu kehadiranmu. Andaikan aku jadi pintunya, mungkin Aku akan setia menunggu kehadiranmu. Namun, jika menunggumu adalah tugas yang tak kunjung usai. Jujur saja, Aku menyimpan rasa cemburu pada Pintu rumahmu yang tak pernah lelah menunggu.
Selesai…!
*Ronaldus Heldaganas merupakan Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.










