Untuk memastikan target pelaksanaan program tercapai, Polnam mengusulkan 2 aktivitas utama yaitu: Aktivitas pendampingan manajemen dan Alih teknologi.
“Melalui usulan alih teknologi, Polnam berupaya meningkatkan peran dalam mendukung pengembangan usaha yang bermuara pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah Kepulauan Maluku”, tandasnya.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh para pejabat teras Kemensos tersebut disepakati bahwa akan diadakan pendampingan bagi masyarakat terkait pengolahan hasil pertanian, terutama pengolahan Kelapa, diantaranya: pembuat mesin pembuat Minyak Kelapa dan VCO, pengolah batok Kelapa menjadi briket arang, serta pendampingan dan pelatihan bagi generasi muda Tanimbar, yang melibatkan mahasiswa dan Dosen dalam Pendampingan dimaksud.
Menindaklanjuti diskusi tersebut, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Piet Franz, dalam waktu dekat akan bertemu dengan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait dengan peralatan dimaksud. Sementera pendampingan yang akan dilakukan oleh Polnam sampai pada strategi pemasaran/bisnis dan akuntansi. (Keket)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










