Libatkan Ditreskrimum Polda Maluku
Karena dinilai memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi, Polres Tual juga menggandeng Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku dalam menangani perkara tersebut.
“Kami berkolaborasi dengan Ditreskrimum Polda Maluku karena kasus ini cukup sensitif dan memerlukan pendalaman secara komprehensif,” kata Aji.
Ia menjelaskan, penyidik masih mengedepankan proses penyelidikan dengan menggabungkan metode konvensional maupun dukungan teknologi untuk mengidentifikasi pelaku.
Menurut Aji, proses pengungkapan juga membutuhkan waktu karena rumah yang menjadi lokasi kejadian dihuni oleh banyak anggota keluarga yang datang dan pergi secara bergantian.
“Rumah tersebut lebih banyak ditempati keluarga karena saudara Daim lebih sering berada di Ambon untuk menjalankan tugasnya sebagai anggota Bawaslu Maluku. Aktivitas penghuni yang silih berganti membuat kami harus mendalami banyak kemungkinan, sehingga penyelidikan dilakukan secara konvensional maupun dengan dukungan teknologi,” jelasnya.
Polisi Terus Dalami Motif dan Pelaku
Polres Tual memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diidentifikasi.
Penyidik juga masih membuka kemungkinan adanya pemeriksaan terhadap saksi tambahan apabila ditemukan fakta baru dalam proses penyelidikan.









